Aku akan terbang jauh
Bicaralah padaku meskipun tidak ada yang bisa dikatakan
Semua orang di luar sana harus membaca tulisan ini
Ikutilah aku…..
Bergabunglah denganku
Itu akan membuatmu menjadi lebih baik
Datanglah padaku………..
Akan ada yang kusampaikan padamu mengena
PUISI
PUISI itu menawan
PUISI itu ungkapan hati…….
PUISI itu ………….melegendakan setiap kisah dalam hidupku
Aku suka menulis
PUISI.
Aku suka membaca PUISI.
PUISI.…
Karena PUISI aku pernah menangis………
Karena PUISI aku pernah merasakan kebahagiaan
Sampai saat ini PUISI masih mengiringi detak jantung dan hembusan nafasku
Yang takkan terpisah.
Mungkin……
Sampai nanti…..
Sampai kapanpun
PUISI….
Bahasa…..
Sastra………
Aku menghargaimu
Aku akan mencintaimu
Aku akan mengajarkanmu pada semua orang yang ingin mengenalmu
Malam ini bulan dan jutaan bintang di atas kepala kita,
bersinar terang, menyala teduh seakan tahu…….
sekuntum bunga mengisi hari-hariku
dengan wangi yang menyentuh hingga ke dalam sumsum
Sudah begitu banyak detik per detik menunggu saat seperti ini
Dimana antar kita sudah tak terasa sekat benalu
Dimana manis senyum dan indah matamu……fasih mentartilkan
| Aku tahu kau merasakan Seperti apa yang aku rasakan |
Bisa saja aku salah melihat keredupan
Namun salahku tidaklah terlalu salah benar
Karena aku menghirup udara malam ini dalam-dalam
Maka aku yakin!
Bahwa keteduhan ini membuat kau selalu ada
di dalam Sang kala
PUISI ITU IBARAT KABUT PAGI
Memahami puisi ibarat menembus kabut pagi. Kabut pagi yang indah itu selalu menghadirkan kesamaran, keremang-remangan. Tak bisa secara mudah kita menebak apa atau siapa yang berada di wilayah samara itu. Bahkan, jika kita tidak berhati-hati bisa jadi akan menabrak sana-sini. Kabut yang indah itu acapkali juga membahayakan. Oleh karena itu betapa pentingnya kita membangun kepekaan kita, membangun perasaan kita, dan membangun keterampilan kita dalam mengurai kabut itu.
Apresiasi puisi merupakan kegiatan bergaul dengan kabut puisi. Sebelum kita melangkah pada seluk beluk aktivitas tersebut sebaiknya kita mengenali lebih dahulu apa puisi itu dan apa pula apresiasi puisi itu secara benar. Berikut ini kita akan memasuki keremang-remangan kabut puisi dan apresiasi, lalu mencoba memahaminya (Tjahjono, tanpa tahun:3)
PUISI ADALAH...
Apakah puisi itu? Pertanyaan sederhana itu ternyata tidaklah mudah menjawabnya. Karena itulahseringkali orang hanya mampu menyebutkan cirri-ciri puisi yang membedakannya dengan prosa atau drama. Batasan mengenai puisi sulit diberikan.
Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat, poesis yang berarti pembuatan, atau poeities yang berarti pembuat, pembangun, atau pembentuk. Di Inggris puisi itu disebut poem atau poetry yang tidak jauh berbeda dengan to make atau to create, sehingga pernah lama sekali di Inggris puisi itu disebut maker.
Puisi diartikan sebagai pembangun, pembentuk, atau pembuat, karena memang pada dasarnya menulis sebuah puisi berarti membangun, membuat, atau membentuk sebuah dunia baru secara lahir maupun batin ( Tjahjono, tanpa tahun:12-13)
Menurut Riffaterre (dalam Pradopo,1987:12-13) puisi menyatakan sesuatu secara talk langsung, yaitu mengatakan sesuatu dengan cara yang lain, berbeda dengan kelaziman orang mengungkapkan gagasan atau perasaan
TAHUKAH KAMU APA APRESIASI PUISI ITU???
Kata apresiasi berasal dari bahasa Inggris appreciation yangb berarti penghargaan. Ia dapat pula dikembalikan kepada kata berbahasa Prancis
appresier atau appretiare yang berakar dari kata berbahasa Latin pretium yang berarti price atau harga. Dengan demikian secara harfiah paresiasi puisi dapat diartikan sebagai penghargaan terhadap karya puisi.
Menghargai puisi berarti memandang puisi sebagai sesuatu yang bernilai, bukan sesuatu yang tiada berguna. Bahkan aktivitas menghargai tersebut bisa jadi berimpit dengan aktivitas mencintai. Penghargaan yang tingi terhadap puisi membuat seseorang tidak membenci puisi, bahkan ia akan menjadi pemburu puisi.
Dalam rangkaian kegiatan apresiasi puisi menghargai puisi merupakan ranah yang paling tinggi. Sebelum seseorang menyentuh ranah menghargai dia mesti melalui ranah mengenali, menikmati, dan memahami.
Tak mungkin kita menghargai sebelum kita mengenali. Tak kenal maka tak sayang, begitu kata peribahasa. Aktivitas apa yang harus kita kerjakan untuk mengenali puisi. Yang paaling sederhana ialah membaca puisi. Entah itu dari buku kumpulan puisi, rubric puisi di Koran, atau dari pertunjukan-pertunjukan pembacaan puisi. Tanpa aktivitas semacam itu mustahil kita mapu mengenali puisi.
Langkah berikutnya ialah menikmati. Menikmati merupakan kegiatan jiwa, aktivitas rohani. Dalam langkah ini kita berusaha mencerna makna dan merasakan keindahan puisi itu. Dengan kata lain kita berada dalam wilayah aktivitas penghayatan puisi. Agar mampu menikmati puisi secara baik pembaca hendaknya mamahami kode bahasa, kode sastra dan kode budaya.
Penikmatan yang berhasil akan membawa kita pada situasi memahami puisi. Pemahaman tersebut meliputi pemahaman terhadap bentuk maupun isi puisi. Kita menjadi paham bahwa bahasa puisi tersebut amat khas, sebuah komunikasi melingkar yang tidak medah dipahami bila kita bandingkan dengan bahasa sehari-hari. Demikian pula kita juga menjadi paham terhadap makna dan pesan yang terkandung dalam puisi.
Apresiasi puisi merupakan aktivitas menggeluti puisi yang melibatkan unsure pikiran, perasaan, bahkan fisik melalui langkah-langkah mengenali, menikmati, dan memahami yang menumbuhkan penghargaan terhadap keindahan dan makna yang terkandung dalam puisi.
Apresiasi puisi merupakan kegiatan berpuisi. Selama ini bila kita mendengar kata apresiasi puisi bayangan kita hanya pada kegiatan menganalisis puisi untuk memahami makna puisi. Itu sesungguhnya merupakan pengertian apresiasi secara sempit.
Sebenarnya kegiatan apresiasi puisi tidak hanya terbatas pada kegiatan menganalisis puisi. Terdapat empat kegiatan penting dalam apresiasi puisi, yaitu: kegiatan resepsi, kegiatan produksi, kegiatan performansi, dan kegiatan dokumentasi.
Kegiatan resepsi merupakan aktivitas penerimaan. Artinya, dalam kegiatan ini kita dalam posisi sebagai pembaca teks puisi yang berusaha memahami makna, pesan, dan keindahan yang terdapat dalam puisi itu. Kegiatan resepsi acapkali disejajarkan dengan kegiatan analitik karena sifat kegiatan resepsi memang analitik. Kita diajak untuk memahami symbol-simbol bahasa, larik dan bait, tipografi puisi tersebut, dan sebagainya dalam rangka memaknai puisi itu. Bahkan, dapat pula disebut kegiataninterpretasi karena memahami makna puisi ditempuh melaluiaktivitas menafsirkan symbol-simbol bahasa, tipografi, dan sebagainya.
Kegiatan produksi merupakan kegiatan penciptaan puisi yang dilakukan sendiri oleh apresiator. Dalam hal ini kita diajak mengalami sendiri bagaimana suka duka menulis puisi. Memang tidak ada teori khusus tentang bagaimana menulis puisi. Tetapi, puisi sebagai sebuah organisme tentu memiliki cirri-ciri individual tertentu yang bisa kita amati dan kita pelajari. Dari ciri-ciri itulah kita mencoba belajar menulis puisi.
Sedangkan kegiatan performansi berarti kegiatan menampilkan puisi di depan public lewat acara pembaca maupun pertunjukan. Kegiatan tersebut juga mampu memperpendek jarak antara kegelapan puisi dan kegamangan masyarakat pembaca.
Kegiatan apresiasi puisi yang terakhir ialah kegiatan dokumentasi. Kegiatan tersebut berupa aktivitas menyimpan buku-buku puisi, buku-buku yang membicarakan ikhwal puisi, kliping-kliping puisi, rekaman pembacaan, VCD pembacaan puisi dan sebagainya. Kegiatan tersebut tentu akan sangat menunjang kegiatan yang lain.
Silahkan tengok puisi dibawah ini
Ada seribu makna yang tersimpan dalam kabut hati
Resapi dan hiruplah dengan hembusan nafasmu
SEJENGKAL ISYARAT
Engkau boleh tertawa…………………….
Tertawakan aku!
Engkau boleh menghina………………..
Hinalah aku.!
Ya…..memang itulah kamu!!!
Aku tau kamu mendengar
Aku tau kamu melihat
Aku pun tau kamu…sangat tau………
Tapi……sayang sekali kamu tak mengerti.
Tuhan memberiku kelegaan
Aku sangat puas!!
Terimakasih…….terimakasih…….
Aku lebih bisa menertawakan kamu dengan sangat keras!
nVi,02042008
NYANYIAN KESUNYIAN
Dari celah langit,
air mataku jatuh terperas,
dari halilintar yang menggemuruhkan rindu
dari halilintar yang menyematkan badai: membuatku biru
Lalu……….
Hujan basahi catatan penantianku di lembaran sore
Selembar daun dipetik angin,
Melayang berhembus bergantian
Tak berhenti mendendangkan ritme kesunyian
…………………buat Kamu seorang………………kasih sayang kulegendakan
1000Memori
Kamu satu-satunya
Kamu segalanya
Tidak dapat dibagi
Tidak ada satu pun diantaramu
Sampai suatu hari
Ketika kau ingin jalanmu sendiri
Kau pergi dan aku terpuruk
Tapi hari ini
Kau hanyalah sebuah gambar
Dengan ribuan memori
Apakah seluruhnya dapat aku ambil dengan senyumanmu saja?
Kamu seribu memori
Perhatian menjadi kekotoran sejarah
Memenuhi arti dengan segenap reaksi ...tanpa kalibrasi
Komitmen adalah janji
Hidup tak pernah bisa dimengerti
Tak adakah seseorang memperlihatkan tanda padamu
Untuk aku lihat jika kamu yang hanya tahu
Bahwa kamu hanyalah satu-satunya
(KAMPRING)




.jpg)